Jobsheet 3 "Konfigurasi Samba File Server"
I. TUJUAN
Konfigurasi Samba File Sharing Server.
II. PENDAHULUAN
Samba adalah program yang dapat menjembatani Operasi Linux (UNIX) dengan mesin Windows yang dijalankan dalam suatu jaringan komputer, samba merupakan aplikasi dari UNIX dan LINUX yang dikenal dengan SMB (Service Message Block) protocol.
Fungsi dari samba :
1. Menghubungkan antar mesin Linux (UNIX) dengan mesin Windows.
2. Menjembatani sharing file, sharing device, PDC, firewall, DNS, DHCP, FTP, webserver, sebagai gateway, mail server, proxy, dll.
3. Samba PDC (Primary Domain Controller) bertujuan sebagai komputer yang akan melakukan validasi user kepada setiap client yang akan bergabung dalam satu domain tertentu, dengan kata lain hanya user yang terdaftar yang diijinkan masuk ke domain tersebut dan mengakses semua fasilitas domain yang disediakan.
File konfigurasi samba umumnya terdapat pada /etc/samba/smb.conf . Didalam server samba sendiri biasanya terdapat 4 jenis konfigurasi yaitu :
A. Anonymous Read Only File Server
Konfiguarsi ini jika kita ingin menyediakan share directory yang dapat diakses atau dilihat oleh siapa pun tanpa harus login terlebih dahulu tetapi share directory ini hanya untuk dilihat saya (READ ONLY)
B. Anonymous Read Write File Server
Konfiguarsi ini jika kita ingin menyediakan share directory yang dapat diakses oleh siapa didalam network tanpa perlu adanya proses login dan lain-lain. Tetapi share directory ini hanya untuk dibaca dan ditulis.
C. Restricted File Server
Konfigurasi ini dilakukan jika kita ingin menyediakan share directory yang hanya dapat diakses user tertentu saja, artinya user tersebut harus login jika ingin masuk ke share directory tersebut.
D. Primary Domain Controller
Konfigurasi ini dimaksudkan jika kita ingin menyediakan otentikasi dan otoritas terpusat, dimana server samba akan berperan sebagai Domain Controller.
Tetapi kali ini kita hanya melakukan 3 konfigurasi saja, yaitu Anonymous Read Only File Server, Anonymous Write File Server, dan Restricted File Server.
III. ALAT DAN BAHAN
1. PC/LAPTOP
2. Vitual Box
3. File ISO Ubuntu Server
4. File ISO Windows XP
IV. LANGKAH KERJA
Langkah 1 :
Install Samba Server.
Root :~ # apt-get install samba
Langkah 2 :
Mengaktifkan server samba.
Root :~ # /etc/init.d/smbd start
Langkah 3 :
Masuk ke directory samba.
Root :~ # cd /etc/samba
Root :~ # nano smb.conf
Langkah 4 :
Masukkan konfigurasi dibawah ini yaitu konfigurasi “Anonymous Read Only File Server”, tepat dipaling akhir.
[global]
Security = share
[data read only]
Path = /DATA-1/
Comment = folder share
Public = yes
Read only = yes
Browseable = yes
Langkah 5 :
Selanjutnya konfigurasi “Anonymous Read Write File Server”, tulis konfigurasi ini dibawah /DATA-1/.
[global]
Security = share
[data read write]
Path = /DATA-2/
Comment = folder share
Public = yes
Locking = no
Writable = yes
Browseable = yes
Lankah 6 :
Dan terakhir konfigurasi “Restricted File Server”, tulis konfigurasi ini dibawah /DATA-2/.
[global]
Security = user
[data siswa]
Comment = folder share
Browseable = yes
Locking = no
Writable = yes
Path = /DATA-3/
Public = no
Valid user = siswa
Create mask = 700
(Simpan konfigurasi : Ctrl+O à Enter à Ctrl+X)
Langkah 7 :
Buat folder sesuai konfigurasi di atas.
Root :~ # mkdir /DATA-1
Root :~ # mkdir /DATA-2
Root :~ # mkdir /DATA-3
Root :~ # chmod 777 /DATA-1
Root :~ # chmod 777 /DATA-2
Root :~ # chmod 777 /DATA-3
Langkah 8 :
Restart samba sesudah kita melakukan konfigurasi difile “smb.conf”.
Root :~ # /etc/init.d/smbd restart
Langkah 9 :
Menambahkan user baru dan mengkofigurasikan samba agar dapat membaca user baru.
Langkah 10 :
Lalu masukkan passwordnya.
Root :~ # smbpasswd –a siswa
V. HASIL KERJA
Konfigurasi Samba Server telah berhasil dilakukan, kita cek dengan masuk ke Windows XP (Client) lalu “Run (Ctrl+R)” ke \\192.168.100.1 atau \\192.168.2.132 lalu Enter.
· Dalam melakukkan konfigurasi Samba Server menggunakan Ubuntu maka kita harus mengetahui teknik-teknik dasar dan konfigurasi.
· Kita harus teliti dalam melakukan pengkonfigurasian.

















0 komentar:
Posting Komentar